Karenaorangtuaku bekerja sejak kecil aku diasuh oleh seorang perempua terjemahan Bapak dan ibu guru terus berusaha menenangkan kami, tapi semakin lama kami malah semakin tegang. Pengumuman dibacakan, kami merasa senang, sekaligus terharu atas hasil yang kami dapatkan, walaupun beberapa merasa kurang puas tapi ituah yang terbaik bagi kami Beberapaanak juga melarikan diri dari rumah karena tidak ingin diasuh oleh anggota keluarga lain. Belum lagi bila sang ibu lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk mencari nafkah. 8. Dampak Psikologis Anak yang Dibesarkan Tanpa Figur Ayah: Eksploitasi dan Pelecehan Sejaksy kecil 1thn sy dirawat oleh nenek sy (ibu dr ayah sy) sampai besar sy dirawat nenek sy krn ibu sy wkt itu nikah pernah merasakan kasih syg seorg ibu. Sy seperti anak yg dicampakkan. Semasakecil, Ruben dan Jordi rupanya telah menghabiskan waktunya diasuh oleh Ibu Dita. Bahkan semua keperluan Ruben dan Jordi, Ibu Dita-lah yang dengan setia melayani keduanya. Ruben yang tengah mengunjungi kediaman Ibu Dita, langsung bercerita banyak tentang masa kecilnya dengan sang ibu angkat. . loading...Selain ibu kandungnya, Aminah binti Wahab, didapati beberapa orang perempuan mulia yang menjadi sosok ibu asuh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Foto ilustrasi/ist Dalam sejarah kehidupan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, selain ibu kandungnya, Aminah binti Wahab bin Abdulmanaf bin Zuhrah bin Kilab, didapati beberapa orang perempuan mulia yang menjadi sosok ibu asuhnya. Siapa saja mereka dan bagaimana pula perannya?Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 sosok ibu asuh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yakni1. TsuwaibahTsuwaibah merupakan budak perempuan dari Abu Lahab, paman Rasulullah. Dirinya dimerdekakan setelah menyampaikan berita gembira mengenai kelahiran Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallamTsuwaibah menyusui dan merawat Nabi Muhammad hanya dalam beberapa hari saja. Sebab, Abdul Muthalib dan Aminah ingin Nabi Muhammad SAW disusui oleh seorang Badui. Jadi, selagi menunggu perempuan dari pedesaan datang ke Makkah, Tsuwaibah menyusui Nabi Muhammad saat balita. Karena jasa Tsuwaibah tersebut, tidak heran jika Rasulullah menganggapnya sebagai ibu. Baca Juga 2. Halimah As-Sa’diyahHalimah As-Sa'diyah adalah perempuan dari Bani Sa’ad ibn Bakr yang tinggal di daerah pedesaan dan menjadi ibu susu Muhammad SAW sampai berusia 6 tahun. Semasa tinggal bersama Halimah, Muhammad belajar kasih sayang dan bahasa arab yang fasih. Halimah juga menyusukan Hamzah bin Abdul Muthalib, sehingga paman Nabi itu adalah saudara susuan bagi Rasulullah. Halimah meninggal di Madinah dan dikuburkan di perkuburan Baqi’.Amir ibn Watsilah al-Kinani berkata, aku melihat Nabi membagi-bagikan daging di Ji’ranah. Waktu itu usiaku masih kecil, aku membawa tulang-tulang unta. Sekonyong-konyong datanglah seorang perempuan tua mendekati Nabi SAW, lalu beliau menghentikan aktivitasnya, menghamparkan sorbannya, dan perempuan itu duduk di atasnya. Aku bertanya, siapakah perempuan ini? Beberapa orang sahabat menjawab, dialah ibu yang menyusuinya dulu. HR. Abu Dawud3. Ummu AimanUmmu Aiman adalah ibu asuh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Nama aslinya adalah Barakah binti Tsa'labah bin Amru bin Hishan bin Malik bin Salman bin Amru bin Nu'man al-Habsyiyah. Ia menjadi salah satu dari shahabiyah menjadi budak milik Abdullah bin Abdul Muthalib, tidak lain ayah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam Setelah menikah dengan Ubaid bin Harits, ia dikaruniai seorang anak bernama Aiman. Kemudian, masyarakat pun memanggilnya dengan Ummu Aiman dan nama itulah yang banyak dikenal hingga kini. Baca Juga Ketika Aminah wafat, Muhammad diasuh oleh Ummu Aiman di bawah pengawasan kakeknya Abdul Muthallib. Baginda Nabi disebut sering memanggilnya dengan sapaan Ummah ibu. Bahkan Rasulullah sendiri pernah bersabda, "Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibundaku". Ummu Aiman termasuk perempuan pertama yang masuk Fatimah binti AsadFatimah binti Asad, istri dari Abu Thalib, paman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Beliau adalah ibu angkat bagi Rasulullah SAW karena sesudah kakeknya meninggal, beliau tinggal dan diasuh oleh pamannya itu. Meski Abu Thalib tidak sempat mengucapkan syahadat, namun Fatimah binti Asad masuk Islam setelah suaminya meninggal. Beliau berbai’at dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan menjadi muslimah yang ikut hijrah ke sering mengunjungi dan memberi Fathimah berbagai hadiah yang menyenangkan hatinya. Rasulullah diliputi kesedihan saat Fathimah wafat. Sebagai bentuk kasih dan penghormatan, Rasulullah masuk ke liang kubur Fathimah. Beliau melepaskan gamisnya lantas diselimutkannya ke jenazah Fathimah, lalu merebahkan diri di dalam kubur di sisi Fathimah.“Kupakaikan gamisku kepadanya supaya dia memakai pakaian surga. Aku merebahkan diri di sisinya agar dia diringankan dari siksa kubur. Selain Abu Thalib, tiada yang perlakuannya lebih baik terhadapku daripada dirinya,”tutur tidak ada beda perlakuan terhadap ibu kandung dan ibu angkat atau ibu asuh ini. Sungguh, tiada mudah mengasuh dan membesarkan anak. Kasih sayang, perhatian, memenuhi kebutuhannya adalah sebagian cara membalas jasa para ibu–ibu angkat, apalagi kandung–yang telah banyak berkorban demi kebahagiaan dan keberhasilan hidup seorang anak manusia. Baca Juga Wallahu A'lam wid

sejak kecil ku diasuh oleh ayah ibu